Perjudian Dadu

Sejarah Kebudayaan Masyarakat dan Perjudian

Seperti yang diketahui oleh seluruh masyarakat di muka bumi ini bahwa kegiatan perjudian memang menjadi salah satu kegiatan yang begitu menyenangkan. Kegiatan semacam itu digemari oleh begitu banyak masyarakat di seluruh dunia karena bisa menghasilkan uang yang banyak. Sejarah perjudian lahir berbarengan dengan lahirnya kebudayaan masyarakat itu sendiri.

Para pemain judi jaman dahulu merupakan paranormal-paranormal yang membuat sebuah prediksi masa yang akan datang dengan memanfaatkan batu, tongkat hingga tulang binatang yang sudah mati untuk dilemparkan ke udara dan setelah itu jatuh ke tanah. Pada umumnya yang diprediksi oleh dukun tersebut ialah nasib seseorang kedepannya.

Pada tahun 90-an, Alice Hewing melalui bukunya yang berjudul “Sesuatu Untuk Tidak Ada sejarah Judi” menjelaskan jika masyarakat-masyarakat Mesir kuno begitu senang bertaruh di dalam sebuah permainan judi. Perjudian itu tidak berbeda dengan apa yang dimainkan oleh masyarakat jaman sekarang dimana mereka memprediksi jumlah jari tangan sebanyak dua orang berlandaskan angka genap maupun ganjil.

Sedangkan kebudayaan masyarakat Romawi kuno lebih senang dengan permainan lempar koin serta lotere, dimana permainan seperti itu dipelajari dari negara China. Sama dengan masyarakat Romawi kuno, masyarakat Yunani kuno juga senang dengan permainan semacam itu. Perjudian dadu juga merupakan perjudian lain yang mereka senangi.

Munculnya Perjudian Dadu di Dunia

Judian dadu menjadi begitu populer didalam kebudayaan masyarakat Romawi kuno. Setiap Raja seperti Nero dan Claudine berpendapat jika perjudian tersebut menjadi bagian yang begitu penting pada acara kerajaan. Tetapi perjudian ini musnah berbarengan dengan kehancuran kerajaan Romawi, dan baru bisa dijumpai kembali berabad-abad lamanya di salah satu benteng Hazart, pada saat perang salib.

Pada tahun 1100-an dadu diperkenalkan kembali di negara-negara bagian Eropa oleh serdadu perang salib jaman dulu, dari situlah perjudian ini menjadi populer kembali. Begitu banyak keluarga kerajaan dari negara Inggris dan Prancis yang mengalami kekalahan dalam bermain judi disebuah tempat, dimana tempat itu merupakan tempat dimana ditemukannya kembali perjudian dadu. Hingga abad ke 20, kepopuleran Hazard tidak meredup dikalangan raja-raja dan juga wisatawan untuk bermain judi.

Munculnya Perjudian Kartu di Dunia

Pada abad ke 13, judi berupa kartu juga perlahan-lahan masuk ke benua Eropa, wisatawan dari negara China merupakan yang pertama kali memainkannya. Awal mula kartu tersebut dicetak di salah satu negara Eropa yakni Italia dan berjumlah sebanyak 78 lukisan yang begitu indah. Di abad ke 14, Prancis sendiri menyusutkan jumlah kartu menjadi 56 lalu menciptakan kartu untuk kawansan-kawasan Eropa.

Di negara Indonesia sendiri kegiatan berjudi sudah dijalankan sejak jaman dahulu, jika dilihat dari kisah Mahabarata bisa kita ketahui jika Pandawa kehilangan kerajaannya dan diasingkan di hutan selama 15 tahun dikarenakan kalah bertaruh judi dengan Kurawa. Judi Laga Ayam menjadi sebuah permainan tradisional dan digemari oleh masyarakat Indonesia. Pada saat VOC menempati Indonesia, bertujuan agar menghasilkan pajak yang sangat tinggi dari pengusaha perjudian tersebut, oleh sebab itu VOC mengizinkan kebudayaan masyarakat tionghoa membuka usaha judi berawal dari tahun 1620. Tempat berjudi dapat ditemui diluar maupun didalam benteng Kota Batavia.

Pada masa Souw Beng Kong, Taipan Tionghoa pertama di Kota Batavia yang meresmikan rumah judi untuk dioperasikan. Selain mengelola rumah judi tersebut dirinya diketahui juga membuat koin dan rumah timbang untuk menimbang barang-barang milik orang Tionghoa. Dirinya juga diwajibkan membayar pajak sejumlah 20% dari pajak perjudian yang ditetapkan oleh VOC kepada seluruh pemilik rumah judi.

Perjudian jenis kartu dan dadu dijuluki dengan sebutan PO, sangat populer di kalangan pecinta judi Batavia. Selain itu, Kebudayaan masyarakat Tionghoa juga telah menciptakan judi capjiki ( 12 buah kartu ). Pada pertengahan abad ke-20, untuk judi lotere yang berasal dari Eropa baru diperkenalkan oleh masyarakat Hindia Belanda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *